Senin, 31 Maret 2014

Hssaahhh... :*


Ruang tamu sebuah rumah kecil yang sederhana. Malam itu malam jum'at, yang bertepatan dengan peringatan 40 hari menikahnya mereka. Linn terlihat sedang menyetrika pakaian, sementara Zuck yang melipat dan menyusunnya ke dalam lemari. Begitulah mereka setiap harinya, berusaha kompak di setiap kesempatan dan kegiatan. Kalo Linn belanja ke pasar, Zuck yang bertugas membawa barang belanjaan. Saat masak, Linn yang mengulek bumbu, Zuck yang mengirisi sayuran atau marut kelapa. Waktu makan, Linn yang mengunyah, Zuck yang menelan.

cerita lucu zuck linn


"Ternyata semua tetek bengek rumah tangga, kalo dilakukan sama-sama terasa menyenangkan ya, Mas?"


"Em.. Iya sih. Tapi menurutku kamu jangan terlalu sibuk deh, Sayang.."


"Lho kenapa?"


"Ntar kamunya capek. Aku aja males mikirin tetek bengek rumah tangga, mending mikirin tetek kam...


"Heh!" Linn mendelik. Menodongkan setrikaan panas.


Zuck tertawa tanpa suara. "Udah deh, yuk. Nyetrikanya dilanjutin bulan depan. Capek...


"Tinggal dikit lagi lho ini, Mas."


"Mangkanya jangan dihabisin. Udah tau tinggal dikit. Hemat, Beb, hemat.." Zuck mencabut colokan setrika. Lalu menarik tangan Linn, dibawanya duduk di sofa.


"Pinjam hape dong, Sayang, bentar. Mau update status: 'Mau bobo sama istri', hihihii.. Zuck mengambil hape Linn dan segera log in akun facebooknya, tapi ternyata tidak bisa. Dicoba sekali lagi. Masih juga tidak bisa. Entah kenapa.


"Susah banget sih, Beb, masuknya.."


"Coba diludahin dulu, Mas," usul Linn sambil mengedip genit.


"Cuih!" Zuck meludahi hape Linn.


"Ya Alloh, hapekuu! Hapekuu!" Linn meratapi hapenya. Diraihnya bantal sofa dan dilemparkan ke arah Zuck.


"Haha!" Zuck menghindar, sambil tertawa ia berlari ke kamar. Berharap Linn akan mengejar. Tapi apa, sudah hampir 10 menit Linn belum juga menyusul.


"Sayang..." Zuck memanggil-manggil. Tak ada sahutan. Hening. Zuck yang penasaran akhirnya keluar kamar. Dicarinya Linn di ruang tamu, dapur, kamar mandi, di kolong dingklik, di atas genteng, tapi Linn tidak ada.


"Sayang, kamu dimana? Tadi tuh ngeludahnya tuh ga beneran. Cuma suara doang. Duh, kamu ini. Ayo dong keluar. Ga lucu tau udah suami istri gini masih main petak umpet?"


Tetap hening.


"Kehfain! Kuhitung sampai tiga nih, kalo masih ga mau keluar juga, kuhitung sampai seratus!" ancam Zuck.


Linn yang bersembunyi di belakang lemari ngikik dalam hati. Hihihi. Rasain. Zuck ga kehilangan akal. Dengan gesit dia mematikan seluruh lampu. Seisi rumah tiba-tiba gelap gulita. Dan taktik itu cukup berhasil.


"Maass!" Linn berteriak ketakutan.


"Muahaha.." Zuck buru-buru kembali menyalakan lampu. Terlihat Linn berdiri merengut di sudut ruangan. Sambil tersenyum, Zuck melangkah menghampiri istrinya itu.


"Jahat banget," Linn merajuk.


"Jahat apaan coba?"


"Pake nanya lagi. Gelap tau ga sih Mas. Mana malam jum'at.."


Kedua tangan Zuck memegang kepala Linn. Ditatapnya dalam-dalam. "Seperti itu juga rasanya kalo kamu jauh dariku, Sayang. Gelap."


"Gombal!" Linn buang muka.


"Duarius, Sayang, haha" goda Zuck mengacak- ngacak rambut lurus Linn.


Linn tergadah, menatap wajah Zuck yang 7 centi lebih tinggi dari dirinya. Disentuhnya wajah itu penuh perasaan. Zuck mendorong tubuh Linn, dipepetkan ke dinding. Pelan tapi pasti wajahnya mendekati wajah Linn, yang sudah menanti berdebar sekaligus tak sabar. Semua titik disentuhnya hati-hati, kening, kuping, bibir, semuanya. Tangan kiri memegang kepala belakang Linn, sementara tangan kanan sudah seperti lagunya Ayu Ting Ting, kemana kemana kemaana.


"Kok rambutnya kamu jadi ga lurus gini, Sayang?" "Kayaknya kamu salah pegang rambut deh ah. Itu rambut apaaah..." desah Linn.


"Ah sudahlah..." Zuck ga peduli dan meneruskan kegiatannya. Linn menggeliat-geliat kayak ikan lele manjat gunung.


"Kenyal, Beb..." Zuck berbisik lembut.


Linn merangkul erat. Badannya agak membukuk menahan gejolak. "Kurawat Mas, biar Mas-nya sayang terus sama Linn...


"Oh yah?"


"Ha'ah. Kan pribahasa bilang 'tak kenyal maka tak sayang'?"


"Hsshaahh..."

16 komentar

Ugii Modifer シ delete 1 April 2014 12.54

Mantep bang juk, ,udah tahunan bca krya2 nya . .tetep gokil walaupun reshare. :D

Arizuna Zukirama delete 1 April 2014 15.47

@Ugii Modifer シ, makasih udah baca. #SalamTampan

ga bisa untuk ga ketawa kalo udah baca tulisan ente bang. :-D

dari jaman dinosaur sampai sekarang bg zuki gak berubah ubah, tetap lucu :D

Arizuna Zukirama delete 2 April 2014 07.26

@Dadan Hamdani, duh maafin aku :/

Arizuna Zukirama delete 2 April 2014 07.32

@Phuty, bukan personil power rangger sih, makanya lucu permanen. :D

wanitasederhanaa@gmail.com delete 2 April 2014 12.09

i like it! pngen pnya suami gt!"

Arizuna Zukirama delete 3 April 2014 11.04

@wanitasederhanaa, wah kita beda, aku ga pengen punya suami kayak gitu :/

ººHeffri Hutapeaºº delete 5 April 2014 01.08

kembali hadir bang, kapan kapan saya kopas yah hehe

tanggung jawab mas... aku terlalu banyak ketawa ini

Bagus bagus. .

Bang Juk, tulisan2nya udh di bukukan apa belum ??

Arizuna Zukirama delete 11 April 2014 21.26

@lily Hidayat, Belum. Tulisan iseng ini. Ntar deh kalo ada waktu belajar nulis serius :)

Arizuna Zukirama delete 11 April 2014 21.27

@Bayu Romadhan, Makasih, Bay. :)

Arizuna Zukirama delete 11 April 2014 21.28

@Iwan Nds, Peh! Hampir kaget, kirain suruh tanggung jawab gara-gara telat tiga bulan. :)

Arizuna Zukirama delete 11 April 2014 21.34

@ººHeffri Hutapeaºº, Iya. Hajar! :D

Silakan berkomentar dengan tertib dan sopan sesuai dengan adat istiadat yang berlaku. :)
EmoticonEmoticon