Kisah Lucu: Duuhh... Jabon!

Sebuah cerita lucu...

Di dunia yang fana ini saya mempunyai temen akrab bernama Jabon. Akrab banget pokoknya nyaingin upinipin. Di mana ada saya di situ ada Jabon. Di mana ada Jabon di situ kadang saya merasa sedih. Mirip peribahasa 'ada gula ada semut'. Sebagai mahluk manis tentu saja saya yang menjadi gula, dan Jabon sebagai semut rangrang.

Keakraban itu tercipta disinyalir akibat kesamaan nasib kami berdua yang memprihatinkan. Yaps benar, kami sama-sama jomblo tahunan! Aku sudah lupa kapan terakhir kali memiliki pacar. Kalau tidak salah sekitar 16 tahun yang lalu.

Jabon lebih kronis lagi, seumur hidup dia belum pernah punya pacar. 22 kali nembak cewek 23 kali ditolak! Hebat bukan? Cuma Jabon yang punya prestasi seheroik itu!

Sebab, beberapa waktu lalu ada wanita yang langsung nolak Jabon mentah-mentah, padahal Jabon baru saja parkir motor belum sempat ngomong apa-apa.

"Ngapain lo ke rumahku? Pasti mau nembak aku kan?! Huekk ketahuan!! Muales tahu nggak!!" tolak cewek tersebut dengan bahasa yang sangat mudah dimengerti.

Tak ayal, Jabon pulang dengan air mata dan air telinga yang bercucuran.

Sejak hari itu hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu, Jabon terus bersedih kayak orang ditolak cintanya.

"Sabar Bon, ini kan sudah yang ke 23 kalinya kamu ditolak cewek, harusnya kamu udah terlatih..." hiburku.

"Tapi hati ini sakit, Bro, sakiitt beud. Sialan emang cewek-cewek jaman sekarang..." maki Jabon, sambil mengusap air matanya memakai kertas amplas.

"Udahlah, Bon. Sekarang lagi kemarau panjang gini, susah nyari air. Jangan boros air mata begitu..." aku terus mencoba menghibur. Kasian. Kelihatannya kali ini dia benar-benar depresi akut.

Dan, serial jomblo Jabon dan saya pun terus berlanjut. Hingga beberapa minggu kemudian aku tidak pernah ketemu Jabon. Saya curiga jangan-jangan dia nekat nenggak baygon kadaluarsa di kamarnya.

Tapi kecurigaanku meleset! Sore-sore Jabon berkunjung ke rumah saya dengan wajah sumringah, berseri-seri dari seri satu sampai seri tiga.

"Wah kayaknya lagi seneng nih.." aku menyapanya.

"Hehe, iya tau aja."

"Kebaca..."

"Gue sekarang udah punya pacar, Bro.. "

"Ha?! Serius?!" aku tidak bisa percaya begitu saja.

"Tigarius malah, baru 3 hari kami jadian," kata Jabon sambil tersenyum lebar sampai ke kuping.

"Syukurlah kalau begitu..."

"Ternyata wmang bener ya, indah banget hidup kalau punya pacar, dunia serasa milik berdua. Lo cuma numpang, Zuck, di dunia gue, mhahaha..."

Melihat tawa bahagia Jabon, rona cerah di wajahnya, aku sudah percaya kalo Jabon tidak berbohong.

"Kok nggak dibawa pacarmu? Kenalinlah sama aku.."

"Kapan-kapan deh. Lagi kuliah dia, lagian kalau gue bawa kemari takutnya lo juga naksir haha..

"Hahaha... Sialan lu! Gak mungkinlah gue makan temen, gue lagi puasa senin kamis...

Akhirnya saya bener-bener jomblo seutuhnya. Pacar tak punya, sahabat paling karib juga sudah punya pacar sendiri. Sedihnya jangan ditanya.

Beberapa hari kemudian, sehabis nonton pemutaran perdana Spiderman 3 di Plaza Citra Pekanbaru. Aku ngopi di cafe lantai dasar, tentu saja sambil galau meratapi kejombloanku yang entah sampai kapan selesainya.

"Zuck...

Ada yang menyebut namaku tiba-tiba. Aku hapal sekali itu suara Jabon. Begitu aku menoleh.....

"Ini pacar guee.." seru Jabon sukacita.

Masya Allah... Aku terbelalak nyaris tidak percaya melihat sosok yang digandeng Jabon. Shock! Lidah saya sampai kelu tidak bisa berkata-kata! Serius itu pacarnya Jabon? Kok bisaaa...? Dapet dari mana dia?

"Kenalin ini yank, sahabat baik aku," kata Jabon mesra kepada kekasihnya. 

Pacarnya Jabon tersenyum kepada saya sambil mengulurkan tangan.

Saya spontan sesak napas. Langit mall seakan runtuh menjadi agar-agar. Dengan sedikit bergetar saya sambut uluran tangan pacarnya Jabon.

"Zuckici...

"Herman!"
ZUCKICI.COM - Bacaan Santai Saat Serius.

4 comments:

Silakan berkomentar dengan tertib dan sopan sesuai dengan adat istiadat yang berlaku. :)