Senin, 16 November 2015

Aku Manusia, Bahkan Cuma Manusia Biasa


Aku manusia, bahkan cuma manusia biasa.

Aku pernah menyakiti, akupun sering tersakiti. Seberapapun usaha untuk coba tidak menyakiti, terkadang masih terselip sikap dan perkataan yang secara tidak sengaja melukai. Ada juga kalanya terpaksa harus menyakiti, jalan terakhir ketika memang sudah tidak ada lagi solusi.

Aku Manusia Biasa

Tapi begitulah warna kehidupan, ada kebohongan, penghianatan, ketidakadilan dan macam-macam. Aku pernah mengecewakan, tidak jarang aku juga yang dikecewakan. Aku pernah meninggalkan, aku juga pernah ditinggalkan.

Ada yang mengatakan itu karma Tuhan. Tidak apa-apa silahkan. Tapi buatku bukan! Semua sakit-sakit yang kualami, luka-luka perih yang mereka beri, itu memang seharusnya terjadi, sebagai pelajaran terbaik mendewasakan diri.

Tanpa semua itu aku akan cuma seperti telur. Dari luar terlihat keras padahal di dalamnya cair dan lentur. Sekali saja jatuh maka kulitnya akan hancur, isinya ikut melebur!

Dengan semua itu memang akan tetap seperti telur, tapi telur yang bagus, telur yang telah direbus, digodok oleh panasnya penghianatan, perihnya ditinggalkan, sakitnya kecurangan. Sehingga ketika aku kembali jatuh, aku masih tetap utuh. Mungkin di kulit luar akan terlihat sedikit rusak, namun isinya tetap kuat dan tak akan mudah retak!

1 komentar

bagus bang, hati yang keras bukan keras kepala

Silakan berkomentar dengan tertib dan sopan sesuai dengan adat istiadat yang berlaku. :)
EmoticonEmoticon