Selasa, 24 November 2015

Misteri Sebotol Shampo

Cerita lucu ini terinspirasi dari sebuah cerita humor yang banyak beredar di internet. Salam hormat untuk siapapun pencetus ide cerita ini.

Misteri Sebotol Shampo!

Pada suatu sore yang nggak jelas, Zuck diajak kakak sepupunya nemenin ke swalayan. Agak males sih sebenernya, tapi terlahir sebagai anak yang baik dan bener ia pun bersedia menjadi tukang ojek gratisan.

Sampai di tujuan. Walau tidak punya duit, Zuck pede aja ikut-ikutan masuk ke dalam. “Kak, shampoo buat cewek yang ampuh bikin rambut item bagus gitu apaan sih?”

“Sansil extra angus. Mau beliin buat Kakak yah? Tumben nih? Makasih lho sebelumnya. Kamu…

“Bukaaan! Dih..” potong Zuck. “Kado buat Linn..”

“Kado? Kado kok sampo sih, ndak modal banget!”

“Itu belum seberapa kak, rencananya malah sekalian kakak yang aku minta bayarin shamponya...”

“Parah! Kamu tuh ya dari dulu masih aja pelit dipeliara. Tuyul dong dipelihara biar kaya!” omel si kakak. “Tapi okelah ndak apa-apa, cuma shampo ini..”

“Muehehehe. Itu baru namanya kakak yang bisa jadi panutan untuk segenap adek-adek…” Zuck nyengir jelek banget. Asli!

Kemudian Zuck mengambil sebotol shampo dan dimasukan kekeranjang belanja, bercampur dengan barang belanjaan kakaknya yang terdiri dari deodoran, handbodi, odol, katonbat, taplak meja, pencukur bulu ketek, batre basah, kabel kopling, gir astrea, pupuk urea, soptek dan bermacam-macam sabun.

“Kakak.. Bungkusin sekalian dong shamponya tadi” pinta Zuck sepulang dari swalayan.

“Trus kamu sendiri ngapain?”

“Kalau cewek yang bungkus kan bisa lebih rapi, sementara aku nulis kata-kata mutiara untuk ditaruh dalam kado…”

Kakak yang baik tersebut setuju membantu. Dan tidak pake lama kado rampung dihias, kertas ucapan juga udah dimasukan. Zuck segera mengirim kado tersebut ke rumah Linn melalui TIKI.

*****

Tiga hari kemudian Zuck ke rumah Linn.

“Hei Sayangnya aku, apa kabar?” Zuck menyapa.

“Lumayan..” Linn menjawab tanpa selera.

“Cuma itu? Lumayan gimana?”

“Ya lumayanlah, daripada lumayun!”

“Kamu kenapa ya? Aneh?” Zuck curiga.

“MAKSUD KAMU KIRIM KADO DITAMBAH KATA-KATA NGGAK MUTU ITU APA?! HAH?!!!” suara Linn tiba-tiba menggelegar. Zuck kaget setengah hidup!

“Emang ada yang salah sama kata-katanya?!” jawab Zuck sambil ngucek-ngucek lubang telinganya.

“KAMU BACA AJA SENDIRI!!! BACA!!” teriak Linn 3x lebih menggelegar daripada yang tadi, sambil melemparkan kertas pesan ke muka Zuck.

"Lembut dikit kenapa sih? Iqra, Zuck, iqra. Gitu."

"Bodo..."

Zuck mengambil kertas itu, membacanya penuh hikmat: ‘Hei Sayangnya aku, kado ini spesial buat kamu, memang sih murah nilainya tapi aku ingin setiap kamu memakainya kamu bisa teringat aku. Jangan lupa, tiap mandi selalu dipake ya, biar rambutmu makin hitam dan lebat. Ntar kalau aku kesana kamu harus lihatin ke aku hasilnya, aku pasti ingin membelainya…

Selesai membaca, Zuck menatap Linn: “Kalimat-kalimatnya tertata rapi sesuai EYD, tanda bacanya juga tepat pada tempatnya. Bagus kok...

“KOPLOK!” sela Linn, sambil matanya melotot marah ke arah Zuck. “Nggak usah ngelantur. Sebenarnya aku ini kamu anggap wanita apaan sih, Mas?” lanjut Linn serak.

“Wanita karir. Eh, bener nggak sih?” Zuck cengar-cengir bego.

“DASAR!!” semprot Linn, kemudian langsung lari ke kamar.

Tinggalah Zuck melongo bingung seorang diri. Tiba-tiba datang email dari kakaknya: ‘Gawat Zuck, ada kesalahan teknis! Yang kakak masukin ke dalam kado ternyata botol sabun sirih punya kakak’

“Hah! Mati saya!”

Silakan berkomentar dengan tertib dan sopan sesuai dengan adat istiadat yang berlaku. :)
EmoticonEmoticon