Senin, 16 November 2015

Saking Galaunya Sampai Susah Harus Memberi Judul Apa


Mengenalmu membuatku bahagia, di mataku kamu adalah seseorang yang memiliki segalanya, penuh pesona, dari penampilan hingga cara kamu berkata-kata.

Tapi mengenalmu ternyata juga menciptakan kecewa, kamu memang memiliki segalanya, termasuk sudah memiliki dia.

Tapi kamu terlalu indah, untuk membuatku begitu saja menyerah. Aku sudah cinta kamu, sejak pertama kali bertemu.

Kodratnya manusia memang ingin selalu untung, dikasih hati minta jantung. Pun aku, sudah bisa mengenalmu, sesudah itu tiba-tiba ingin memilikimu, tak peduli walau sudah ada dia di hatimu. Bagiku selama sebelum ada janur kuning melengkung, harapan itu belumlah berujung.


Dan senyum-senyum yang terus kamu beri, membuatku semakin percaya diri, bahwa hadirku cukup berarti, bagi hatimu yang sebenarnya telah berisi.

Lalu sekarang tau-tau kita telah terjebak, dalam kesalahan indah yang entah bagaimana nantinya sukar ditebak.

Kuakui aku telah salah, membuat setiamu sedikit goyah, membuat perhatianmu pecah dan terbelah, namun sedikit banyak kamu pun turut bersalah.

Kau ingat saat pertama kali tanganmu kugenggam? Tak nampak sedikitpun di wajahmu rona keberatan, kamu hanya diam lalu tersenyum seperti mempersilahkan, dan pada akhirnya kamu justru balas menggenggam. Atau ketika bahumu kurangkul erat, kamupun membalas dengan begitu hangat.

Jangan pula menyalahkan keadaan, kenapa kita terlambat dipertemukan, salah kita sendiri yang terlalu cepat mengumbar perasaan.

Kini betapa lengkapnya hidupmu, memiliki segalanya yang kamu mau, bahkan bisa memiliki dirinya sekaligus diriku.

5 komentar

Sebut saja judulnya 'mawar'
Ehhh... Loh kok??
*kabur*
Hehehehe :D :P

Ka zuki mantap tulisannya. Keep writing. Btw aku izin ambil sedikit status kaka di fb buat motivasi aku menulis. Terus memotivasi ya ka ^^

Silakan berkomentar dengan tertib dan sopan sesuai dengan adat istiadat yang berlaku. :)
EmoticonEmoticon