Inilah Syarat dan Cara Mencairkan Uang JHT BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek tahun 2017

Syarat dan Cara Mencairkan Uang JHT BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek tahun 2017. Halo rekan-rekan pekerja khususnya peserta program BPJS TK. Tanpa terasa tahun 2017 sudah memasuki pertengahannya. Di tahun ini, tidak ada cara terbaru mencairkan tabungan JHT (Jaminan Hari Tua) BPJS Ketenagakerjaan atau dulunya bernama Jamsostek. Prosedurnya belum berubah semenjak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah nomor 46 yang resmi diberlakukan mulai 1 September 2015 dua tahun lalu.

Simak: Mulai 1 September 2015, Bagi yang Sudah Berhenti Kerja Uang JHT Bisa Cair 100%

Peraturan tersebut tampaknya memang sudah menjadi keputusan final dan tidak akan ada revisi lagi. Setidaknya dalam waktu dekat ini. Tapi admin yakin, pada tahun-tahun yang akan datang, di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) akan ada revisi dan pasal-pasal baru demi semakin memaksimalkan kinerja lembaga resmi pemerintah tersebut dalam melindungi para pekerja di Indonesia.

Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan

Baiklah, syarat-syarat mencairkan uang JHT pada tahun 2017 ini adalah sebagai berikut:

Bagi peserta BPJS TK yang ingin mencairkan tabungan JHT full 100%, syaratnya harus sudah tidak bekerja minimal 1 bulan. Baik itu karena resign atau kena PHK.

Sementara bagi karyawan yang masih aktif bekerja, juga boleh mengambil uang JHT-nya. Dengan satu syarat harus sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan minimal 10 tahun. Dan itupun saldo JHT yang bisa diambil hanya 10% jika untuk persiapan pensiun. Boleh diklaim 30% kalau akan digunakan untuk biaya perumahan,misalnya untuk uang muka kredit rumah.

Masih sama bukan?

Berkas-berkas yang harus dibawa juga masih sama. Untuk peserta BPJS TK yang sudah tidak bekerja minimal sebulan, berkas-berkasnya adalah seperti berikut ini:

1. Membawa Kartu peserta Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan yang Asli.

2. Melampirkan Surat pengunduran diri/Surat pemberhentian kerja/Surat Pengalaman Kerja/Paklaring. Pilih salah satu di antaranya. Selain membawa salinannya (fotocopy), sobat juga wajib menyertakan berkas aslinya.

3. Membawa kartu identitas yang berlaku. Diutamakan KTP/E-KTP. Tapi kalau tidak ada, bisa menggunakan Surat Izin Mengemudi alias SIM. Kartu identitas yang dibawa harus yang masih berlaku. Difotokopi satu lembar dan wajib menyertakan aslinya.

4. Membawa Kartu Keluarga (KK) Asli beserta fotokopinya satu lembar.

5. Membawa Buku Tabungan asli beserta salinannya satu lembar. Buku Tabungan tersebut harus milik peserta yang bersangkutan. Buku rekening orang lain meskipun itu saudara sendiri tidak akan diterima apapun alasannya.

Khusus, bagi peserta yang resign setelah tanggal 1 September 2015, selain lima berkas tadi, juga wajib menyertakan beberapa dokumen tambahan.

Rinciannya seperti berikut ini:

Jika berhenti bekerja atas keinginan sendiri (resign), dokumen tambahannya ialah:

Fotocopy Surat Keterangan Pengunduran Diri dari perusahaan yang telah dilaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan setempat, dan ditembuskan kepada BPJS Ketenagakerjaan.

Sedangkan jika berhenti kerja karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau istilah kerennya dipecat, maka dokumen tambahannya adalah:

Bukti Pendaftaran Bersama yang dikeluarkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)

Dan satu lagi, untuk peserta-peserta BPJS TK yang statusnya saat ini masih bekerja, jika ingin klaim JHT sebesar 10% atau 30%, silahkan baca ulasannya di artikel: Cara Klaim Uang JHT Sebesar 10% atau 30% Terbaru

Kiranya demikian saja informasi tentang tata cara dan persyaratan klaim dana Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek di tahun 2017 ini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi teman-teman yang membutuhkannya. Lebih dan kurang admim minta maaf. Jika teman-teman ingin bertanya atau sharing pengalaman, silakan sampaikan di kolom komentar. Terima kasih. ^^
ZUCKICI.COM - Bacaan Santai Saat Serius.

2 comments:

  1. Beberapa bulan yang lalu saya juga mencairkan BPJS gan, asalkan semua sudah lengkap maka bisa cepat dicairkan

    ReplyDelete
  2. Saya kerja di Surabaya,udah resign apakah bisa mencairkannya di Bogor dan apa aja persyaratannya

    ReplyDelete

Silakan berkomentar dengan tertib dan sopan sesuai dengan adat istiadat yang berlaku. :)