Cerbung Kino dan Kiny Part 4




Ini merupakan episode terakhir cerita bersambung Kino dan Kiny. Selamat Membaca.

Episode Sebelumnya: Kino dan Kiny Part 3

Oh Kino

Kiny dan Linn sedang menunggu Kino diinterogasi Kepsek gara-gara Walk Out dari partai final kemarin.

"Gila! Kemarin itu Kino keren banget jurus-jurus silatnya. Rela bertarung habis-habisan demi nolong kamu, Kin. Udah mirip Yuda nyelametin Astri," puji Linn.

"Yuda? Siapa Yuda?" Kiny tak tahu.

"Yuda. Yang di film Merantau itu. Suaminya Audy. Masa nggak tau?"

"Suaminya Audi kan Iko Uwais?"

"Masa sih? Berarti sama Yuda cerai? Dasar artis!"

Beberapa saat kemudian Kino muncul dengan wajah murung, luka di pipinya tampak  tertutup plaster. Kiny merasa sangat bersalah melihat itu.

"Udahlah, Kiny. Ini bukan salah kamu, aku belajar silat bukan untuk nyari piala, tapi buat melindungi diri dan orang lain yang membutuhkan. Andai aku kemarin lebih mentingin pertandingan, sedang Linn ngasih tau kalau kamu diculik. Pasti aku akan merasa berdosa banget kalau aku gak berbuat sesuatu kalau sebenarnya aku bisa," kata Kino.

Hati Kiny terenyuh. Menatap Kino dalam-dalam. "Maukah jadi pelindungku selamanya?"

Kino sedikit terhenyak, Kiny ditatapnya dengan nanar, kemudian menggangguk lembut. Di dalam hati, Kino terpekik bahagia. Tak sia-sia ia melepaskan partai final kemarin. Biarlah piala bergilir itu jatuh ke pesilat lain, toh hari ini ia telah mendapatkan kemenangan yang hadiahnya melebihi piala-piala turnamen olimpiade sekalipun.

"Papaku pengen ketemu kamu. Pulang sekolah nanti mau gak main ke rumahku?" ajak Kiny lembut, dan Kino jawab hanya dengan anggukkan kepala.

Tiba-tiba HP Kino berdering. Sesaat ia tampak gelagapan melihat nomor yang menghubunginya.

"Emm.. Kiny, maaf aku terima telepon bentar. Kamu jangan kemana-mana, ya?"

Dengan wajah sedikit tegang, Kino berlari menuju luar sekolah. Di tepi jalan seorang lelaki berwajah lebam menunggunya dengan sorot mata tak bersahabat.

"Bang Jupri kan sudah bersedia dibayar belakangan," kata Kino kepada orang itu.

"Gua tau! Tapi Boy dan Jon masuk rumah sakit gara-gara lo mukulnya kelewatan. Bos Ade juga gak terima mobilnya penyok! Skenarionya kan gak sampai segitu!"

"Saya terpaksa melakukan itu biar kelihatan sungguh-sungguh, Bang. Bang Jupri tenang aja, setelah menikahi anak konglomerat itu, saya akan bayar lebih. Sore ini saya udah diajak ke rum...

"TIDAK!!! Siapa yang sudi menikah sama cowok munafik serendah kamu! Pendusta!" teriak Kiny yang tahu-tahu sudah di belakang Kino.


SELESAI

*****

Cerita bersambung lainnya: Jealousy Part 1

19 comments:

  1. yaaahhhh ending nya kok kino jahat gtu...
    trus kiny sama siapa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Kan di dunia ini terkadang emang kayak gitu, yang kelihatannya baik ternyata jahat. :(

      Delete
  2. Hassemmm....
    Ending nya... Haha :-D
    Sakit gua baca nya zuck...
    Haha... :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah... Kok malah sakit. Buruan ke dokter, Bro :D

      Delete
  3. Kang juki rupane ora nderes...direwagi nulis sampek ngalahke koran jawa pos...ahahaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini kan ditulis disela-sela nderes, Mas. Hahaha...

      Delete
  4. wah pasti si zuck poligami sama Linn juga kiny kan zuk..

    ReplyDelete
  5. Endingnya bang, gak nyangka ceritanya bakal gini. -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Banyak yang berharap Kino dan Kiny menikah, trus hidup bahagia selamanya...

      Delete
  6. Weh, akhir ceritanya kayak film 99cahaya di langit eropa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha masa sih? Aku belum pernah nonton film itu...

      Delete
  7. ha ha ha film merantau!! well oke back to story!!

    oh ooo alah!!, tipu2 dalam perahu ternyata si Kino yah!! ... keren juga endingnya mengejutkan!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Mas Depal. Cerpen-cerpen sampeyan juga seru-seru...

      Delete
  8. Aduh aduhhh endingna kieu geningan

    ReplyDelete
  9. Endingnya di luar tebakan,, hebat bang, seru Dan tidak monoton ... :)

    ReplyDelete
  10. endinge kok lucu mas.. hahahaahahaaa

    ReplyDelete

Silakan berkomentar dengan tertib dan sopan sesuai dengan adat istiadat yang berlaku. :)