Tips Keren Mengikuti Pilkada Serentak


Tidak lama lagi, di beberapa wilayah tanah air akan ada pesta demokrasi lokal alias pilkada tapi secara serentak. Di Blitar sendiri, tempat saya tinggal saat ngepost artikel ini, pilkada akan dilaksanakan pada Rabu pahing, 9 Desember 2015. Dengan pasangan calon bupati dan calon wakil bupati tunggal, yaitu Drs. H. Rijanto. MM dan Marhaenis UW. Jadi tidak ada saingan.

Untuk teman-teman yang daerahnya melaksanakan perhelatan pilkada serentak 2015, ataupun pilkada serentak tahun 2016, jangan lupa berikan suara kamu, kalau perlu mumpung masih ada waktu sekarang les vokal dulu.

Pilkada Serentak

Baiklah, sebagai tokoh masyarakat, saya akan coba memberi tips mengikuti pilkada serentak.

1. Rencanakan dengan cermat siapa yang akan kamu pilih besok. Jangan berencana milih orang yang tidak mencalonkan diri. Jangan juga capek-capek ikut antrian, kalau sebenarnya kamu golput.

2. Datang ke TPS yang telah disediakan, jangan ke konter ngisi pulsa. Karena untuk mendukung calon kepala dareah idola kamu, kamu harus mencoblosnya, bukan voting via SMS. Ini bukan Indonesian Idol!

3. Kalau perlu bawa paku sendiri dari rumah. Siapa tahu paku di TPS udah seken dan karatan bekas maku kepalanya kuntilanak. Takutnya kamu kena tetanus.

4. Biarpun kamu seorang aktivis fesbuk garis keras, dalam memilih kamu harus tetap nyoblos, nggak boleh nyolek.

5. Sekarang kan banyak artis yang nyalon jadi kepala daerah. So, memilih calon pemimpin jangan cuma dilihat dari fisiknya. Yang penting berwibawa, cantik dan body-nya bagus. Itu.

6. Biarpun ke TPS bareng istri, masuk ke bilik suaranya jangan berdua, takutnya nanti malah pengen nyoblos yang lain.

7. Budayakan antri. Pemilihan umum emang agak ribet dibanding pemilihan ketua kelas. Jadi mungkin akan ada yang lama di dalam bilik suara. Bersabarlah. Tidak perlu protes: "Ya Tuhan... Lama sekali sih kamu di dalam!" Ingat, yang di dalam bilik suara itu manusia biasa kayak kita, bukan Tuhan.

8. Senarsis-narsisnya kamu, jangan selfie di dalam bilik suara beserta gambar calon kepala daerah yang kamu coblos, trus diupload ke sosmed. Jangan! Pemilu itu sifatnya rahasia.

9. Setelah dicoblos masukan kertas suara ke dalam kotak yang telah disediakan. Cukup kertas suara-nya saja, jangan ditambahin duit, soalnya itu bukan kotak amal.

10. Terakhir celupkan jari tangan ke tinta sebagai tanda kamu sudah memilih. Tapi satu jari saja, tidak usah alay 10 jari dimasukin semua. Itu bukan kutek!

Itu aja ya, Gan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kemajuan demokrasi Indonesia. Jika teman-teman punya tips juga, jangan disimpen, share saja di kolom komentar.

*******
ZUCKICI.COM - Bacaan Santai Saat Serius.

2 comments:

Silakan berkomentar dengan tertib dan sopan sesuai dengan adat istiadat yang berlaku. :)