Jumat, 13 Februari 2015

Cerita Koplak Zuck dan Linn Tersesat

Ini cerita Zuck Linn yang paling koplak menurut saya. Entah kalau menurut teman-teman. Makanya segera dibaca saja.

Tersesat!

Zuck dan Linn suatu hari berpetualang ke hutan cagar alam. Saking terpesona akan keindahannya, mereka terus memasuki wilayah hutan semakin dalam.

Hutan Cagar Alam

"Keren ya, Sayang, hutannya?"

"Iya, Mas. Hutan ini kelihatannya masih perawan, belum terjamah manusia."

"Salut deh sama prinsipnya menjaga keperawanannya."

"Tapi jangan terlalu milih-milih, ntar jadi perawan tua lu, tan!" Linn ngomong sama pepohonan. Dan para pohon tidak yang menanggapi.

Mereka terus menjelejah semakin jauh. Hingga sadar-sadar hari sudah sore. Dan mereka berniat pulang.

Tapi...??

"Kita udah tersesat ini, Beb..."

"Setuju, Mas. Mampus deh! Sekarang kita tidak tau kita ada di mana? Ini tanggal berapa...

"Pasti papa mama udah gelisah mikirin kita..

"Mana hutannya gelap banget, pasti di sini tempatnya singa, harimau, srigala beserta kroni-kroninya berkumpul. Hii..

"Toloong.. Tolooong...!" Linn teriak-teriak minta bantuan.

"Help meee!!!" Zuck juga ikut teriak minta bantuan tapi versi Inggris.

"Mas, biar ada yang dengar, gimana kalau kita teriaknya serempak?" Linn mengeluarkan usul.

Zuck mengacungkan jempol. "Sip, Beb. Kamu bener. Ayok kita teriak serempak...

"Ayok!"

Lalu keduanya teriak: "SEREMPAK! SEREMPAAAK! SEMPAAAAAKKKK!!!"

Sayangnya, hingga suara hampir habis, tidak ada tanda-tanda ada yang akan menolong mereka.

"Gimana ini Beb, aku takut.." Zuck mulai cemas, berada di tengah hutan rimba cuma berdua begitu tidak ada orang lain, kalo Linn melecehkannya siapa yang menolong?

"Tenang, Mas. Kamu kan bawa peta?"

"Itu dia masalahnya, Beb. Petanya ketinggalan di rumah, huuhuu.." Zuck udah nangis aja.

"Kamu gimana sih?! Kalau mau berpetualang barang-barang kayak peta, kompas, kompor gas, itu ga boleh ketinggalan tau! Koplok kok diawetin!"

"Maafin aku Beb, tadi berangkatnya buru-buru. Gimana kalau kita pulang aja dulu, ngambil petanya..

Linn menatap wajah Zuck sesaat, lalu tersenyum lebar. "Wah... Tumben ide kamu berlian banget Mas! Kok nggak dari tadi sih? Ayok!"

Kemudian mereka pulang mengambil peta yang ternyata ketinggalan di laci kulkas. Setelah itu kembali lagi ke hutan ke tempat mereka tersesat.

Akhirnya, berkat petunjuk peta itu, mereka berhasil pulang ke rumah dengan selamat dan sentosa.

******

Baca Juga: Si Manis Jembatan Ambruk

1 komentar

Silakan berkomentar dengan tertib dan sopan sesuai dengan adat istiadat yang berlaku. :)
EmoticonEmoticon