Lagi-lagi Kamu Marah



Lagi-lagi kamu marah. Dan lagi-lagi akulah yang salah. Iya memang aku, aku yang beberapa hari ini lebih bahagia atas sejuta pageviews di blogku, dari pada kamu yang memiliki sejuta cinta untukku.

Maafkan aku, Sayang. Benar-benar minta maaf. Tolong sudahi hukuman ini. Sampai kapan kamu cuekin aku. Aku sudah tidak kuat. Mendingan aku kamu omel-omelin kayak biasanya, dari pada didiemin tidak jelas seperti ini.

Nokia E63-ku saja sudah nyaingin kuburan sepinya. Tidak ada SMS-SMS darimu. Bahkan sampai sekarang aku belum makan, kamu belum SMS ngingetin. Tadi sebelum nulis ini, ada sebuah SMS masuk, aku girang lompat-lompat kupikir itu dari kamu, nyatanya SMS penipuan mama minta pulsa!

Aku kesal banget tau nggak sih, Sayang? Huft!

Tapi lucu juga, mana mungkin calon Mama mertua kamu bisa kehabisan pulsa, orang setiap beliau ke pasar belinya pulsa kiloan. Hahaha!

Oke ini serius bertanya, Sayang. Pernah tidak kamu mencoba pipis berdiri? Pernah? Kalau belum cukup kamu bayangin saja, bagaimana hasilnya kalau cewek pipis berdiri, pasti berantakan bukan?

Begitulah aku jika tanpa kamu. Berantakan!

Tadi di kantor. "Kenapa hari ini kamu berantakan Zuk?"

Ada teman yang bertanya begitu.

"Iya. Sepertinya gue butuh malaikat untuk segera menatanya kembali."

Kujawab aja begitu. Dan tau tidak, Sayang, 'malaikat' yang kumaksud itu kamu. Cuma kamu. Tanpa kamu, rasanya hidupku seperti lupa memakai celana dalam. Gelisah dan tidak nyaman!

Kumohon sudahan ya marahnya. Ingat kata para ahli kesehatan: Orang yang suka marah itu bakalan cepet tua! Kamu tidak mau kan tua lebih cepat? Kita kan sudah janji akan menua bersama-sama.

Baiklah. Sayangnya aku, Ratu hatiku, meskipun kamu kelihatannya offline, tapi aku yakin kamu pasti baca tulisan ini. Kamu pasti blogwalking ke sini. Oh iya lupa, kamu kan cewek, jadinya bukan blogwalking, tapi blogwakqueen. Ehehe.

Dibaca sampai habis ya. Habis itu tolong cek inbox. Barusan aku kirim email, menawarkan kerja sama menikmati senja, besok sore di tempat biasa.


Senja Yang Indah

8 comments:

  1. Cie marahan... semoga cepat akur :-)

    ReplyDelete
  2. nasibnya sama kayak temen saya :D
    yang sabar yaa, mungkin dia butuh ketenangan dulu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Mbak Alya punya temen juga ternyata. :D

      Delete
  3. kalau lagi marahan emang mendingan diomelin, dari pada didiemin ya
    semoga cepat akur lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehem. Didiemin itu bikin sedih banget. :'(

      Delete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Silakan berkomentar dengan tertib dan sopan sesuai dengan adat istiadat yang berlaku. :)